Sunday, May 22, 2011

Anas Akui Bersama Nazaruddin Bertemu Janedjri

INILAH.COM, Jakarta- Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum tak membantah pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang menyampaikan bahwa Anas turut hadir dalam pertemuan antara Sekretaris Jendral (Sekjen) Mahkamah Konstitusi, Janedjri M Ghaffar dan M Nazaruddin, Bendahara Umum PD.
Namun Anas menolak, jika pertemuan itu lalu dikaitkan dengan kasus dugaan pemberian uang sebesar SGD 120 ribu dari Nazaruddin ke Janedjri yang diberikan pada 23 September 2010 lalu. Anas mengungkapkan, pertemuan dirinya bersama Nazaruddin dengan Janedjri terjadi pada tahun 2008, jauh sebelum pertemuan Nazaruddin dengan Sekjen MK itu.
"Sama sekali bukan. Ini peristiwa tahun 2008 yang tidak ada kaitannya sama sekali (pertemuan pemberian uang)," tandas Anas melalui pesan singkatnya kepada INILAH.COM, Minggu (22/5/2011) malam.
Sebelumnya, Mahfud MD dalam sebuah wawancara oleh televisi swasta yang ditayangkan secara langsung Minggu (22/5) mengungkapkan bahwa Anas Urbaningrum turut hadir dalam sebuah pertemuan dengan Nazaruddin dan Janedjri di sebuah restoran. "Anas itu adik saya, saya minta terbuka. Mereka bertemu bertiga kok," ujarnya.
Anas yang saat itu menjabat sebagai Ketua Bidang Politik DPP PD, membenarkan, pertemuan itu adalah acara makan bersama namun dalam sebuah kegiatan yang diadakan oleh PD pada tahun 2008 silam bertajuk Temu Wicara Kesadaran Berkonstitusi, kegiatan yang merupakan kerjasama antara MK yang saat itu masih diketuai Jimly Asshiddiqie dengan DPP Partai Demokrat.
Di sela kegiatan itu lah, katanya, ada sesi makan-makan yang dihadirinya selaku penanggung jawab kegiatan, bersama dengan fungsionaris DPP, termasuk Nazaruddin. Dia menegaskan, dalam acara itu tidak ada sama sekali membahas hal-hal lain.
"Karena makan-makan ya tidak ada topiknya. Jadi sangat tidak tepat kalau dikaitkan dengan kasus yang diramaikan sekarang ini," sesal Anas.
 

0 comments:

Post a Comment