Monday, May 9, 2011

Ancaman Membalas Kematian Osama Mulai Marak

Kematian Osama Bin Laden membangkitkan amarah kaum radikal dimana-mana, dari Timur Sampai Barat. Hanya soal waktu, serangan balasan dilancarkan?
Di Afghanistan, Kelompok Taliban menepati janjinya. Mereka memulai serangan balasan atas kematian Osama dengan sandi "serangan musim semi" di Kandahar. Di London, para simpatisan Osama berdemo dan memperingatkan adanya serangan balasan. Di Solo, seratus pemuda dibai’at dan bertekad melancarakan serangan balasan atas kematian Osama. Ada apa gerangan ?
Adagium menyatakan, kekerasan satu menimbulkan kekerasan yang lain, ternyata berlaku atas perang antara AS/Barat melawan Al Qaeda pimpinan Osama. Perang melawan terorisme ini diprediksi akan panjang.
Dengan tewasnya Osama pada Minggu (1/5), Al Qaeda menderita pukulan berat. Analis dan pejabat Amerika Serikat menyatakan jaringan teroris itu bisa melancarkan serangan dahsyat. Saat Amerika Serikat mengumumkan tewasnya Osama, Presiden Barack Obama sudah memiliki pandangan yang sama. "Tidak diragukan bahwa Al Qaeda akan terus melanjutkan serangan terhadap kami."
Memang, penggerak dan pendukung Al Qaeda mencoba membalas kematian Osama bin Laden. Simpasitan dan pengikut Osama sangat mungkin mempercepat upaya menyerang Amerika Serikat dan Barat. Al Qaeda belum menarik diri dari upaya menyerang sasaran di Amerika Serikat sejak serangan 11 September 2001.
Ratusan pendukung Osama bin Laden sudah berunjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di London, Inggris pekan lalu. Mereka mengancam akan melakukan serangan balasan. Para pendukung Osama itu membawa aneka poster bertulisan, antara lain, "Islam akan mendominasi dunia", sekaligus mengutuk para pemimpin AS sebagai pembunuh.
Mereka juga mengingatkan akan adanya serangan balasan. Pengikut Osama di Yaman siap membalas kematian Osama membuktikan hal ini kepada musuh-musuhnya. Mereka sedang mempersiapkan rencana melanjutkan jihad pada periode mendatang.
Dukungan terhadap Osama juga dinyatakan penduduk di kota-kota Mudia, Mahfad dan Loder di Provinsi Abyan-Yaman, dengan memasang spanduk hitam di rumah mereka dan di jalan. AQAP adalah jaringan Osama yang berupa penyatuan cabang-cabang Al-Qaeda Saudi dan Yaman pada Januari 2009.
Di sisi lain, dunia mengantisipasi ancaman ini dengan serangan langsung, seperti yang dilakukan Rusia dengan menyerang sayap Al-Qaeda di Kaukasus Utara dan melakukan operasi di Chechnya. Abdullah Kurdi, salah satu pemimpin Al-Qaeda tewas dalam operasi itu. Prediksi bahwa serangan balasan hanya menunggu waktu. [mdr]

www.inilah.com

0 comments:

Post a Comment