Wednesday, May 11, 2011

Isu NII Marak untuk Golkan RUU Intelijen

Jakarta – Teror bom dan ramainya perbincangan mengenai gerakan Negara Islam Indonesia dinilai tidak lepas dari peran intelijen. Bisa jadi, kemunculan NII itu terkait dengan pembahasan RUU Intelijen yang tengah ramai dibicarakan.
Anggota Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) Mugianto menilai bisa jadi kemunculan NII Itu untuk mengegolkan UU Intelijen.Motifnya, agar publik menyadari pentingnya intelijen.
"Bisa jadi itu alat agar publik membutuhkan intelijen," ujar Mugiato kepada wartawan, usai media briefing 'RUU Intelijen Ancaman Bagi Demokrasi Dan Penegakan HAM di Indonesia' di Bakoel Koffie Jakarta, Rabu (11/5).
Namun begitu, Mugianto sependapat aktivitas intelijen harus diatur dengan prinsip-prinsip demokratis."Pertama, lembaga intelijen harus di bawah Presiden. Kedua, lembaga intelijen tidak boleh ada otoritas penangkapan dan penyadapan. Ketiga, bagaimana intelijen berorientasi pada ancaman yang datang dari luar."
Sementara itu, sejarawan LIPI Asvi Warman Adam menilai perdebatan apakah NII merupakan gerakan makar bukan merupakan permasalahan penting. Yang penting adalah membuktikan apakah gerakan tersebut benar-benar makar.
Sebab, Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang dipercaya menjadi cikal bakal NII memang merupakan gerakan makar. Tyapi, belum tentu NII juga merupakan gerakan makar. "Coba buktikan saja. NII juga harus diusut secara tuntas apakah dijadikan atau dianggap isu untuk mengalihkan perhatian," tegas Asvi

Oleh: Siti Rahayu

www.inilah.com

0 comments:

Post a Comment