Sunday, May 22, 2011

Kabinet Singapura Mau Dipotong Gaji

SINGAPURA, KOMPAS.com — Sesaat setelah dilantik pada Sabtu (21/5/2011), anggota kabinet baru Singapura bersumpah untuk memotong gaji mereka yang selangit itu. Kebijakan pemotongan gaji itu diduga merupakan reaksi meningkatnya perolehan suara kelompok oposisi pada pemilu beberapa waktu lalu.
Kami akan mendengar secara cermat pendapat-pendapat yang berbeda. Kami juga memahami kesulitan sehari-hari yang dihadapi warga Singapura. Kami siap menerima masukan agar pemerintah bisa bekerja lebih baik.
Tingginya gaji menteri menjadi salah satu isu yang membuat marah rakyat Singapura menjelang pemilu. Sementara rakyat harus menghadapi naiknya biaya hidup, seperti perumahan, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Selama ini rakyat Singapura harus bersaing secara ekonomi dengan lebih dari satu juta orang asing."Pemerintah akan terlibat dalam semua segmen masyarakat," kata Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong setelah kabinetnya dilantik untuk masa jabatan lima tahun oleh Presiden SR Nathan.
"Kami akan mendengar secara cermat pendapat-pendapat yang berbeda. Kami juga memahami kesulitan sehari-hari yang dihadapi warga Singapura. Kami siap menerima masukan agar pemerintah bisa bekerja lebih baik," ucap PM Lee.
Hal pertama dalam daftarnya adalah skema gaji menteri. Lee telah membentuk sebuah komisi untuk mempelajari kembali skema itu. Menurut The Straits Times, gaji menteri berkisar 1,75 juta dollar Singapura (Rp 12.072.377.721) hingga 3,04 juta dollar Singapura (Rp 20,9 miliar) per tahun. Sementara seorang menteri yunior mendapat gaji 1 juta dollar Singapura (Rp 6,8 miliar) per tahun.
Sebelum pemilu, pemerintahan Lee membela diri dalam soal gaji. Gaji besar bertujuan untuk mencegah korupsi.
"Perdana Menteri sangat serius dengan janjinya untuk mendengar suara pemilih setelah pemilu," kata Song Seng Wun, pakar ekonomi Singapura.


www.kompas.com

0 comments:

Post a Comment