Friday, May 6, 2011

Ke Mana Korban-Korban tak Bernama?

Usamah bin Ladin telah tewas di tangan pasukan komando SEALs Team 6 (ST6)-pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat. Jenazah Usamah pun telah dikuburkan di Laut Arab.

Keterangan sejumlah warga yang tinggal di sekitar rumah mewah tempat penyergapan berlangsung, tak hanya Usamah seorang diri yang menempati rumah tiga tingkat senilai 250 ribu dolar AS itu. Sejumlah tetangga rumah tempat Usamah berada menyebut nama Tariq dan Arshad Khan yang kerap bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Mereka diyakini sebagai bersaudara. Arshad berusia lebih tua-sekitar 40-an tahun-mampu berbicara dalam beragam bahasa, termasuk Pashto dan Urdu. "Dua bahasa itu jamak digunakan di sini," kata seorang warga yang minta namanya tak disebut, tak jauh dari rumah Usamah, di Kota Abbottabad, sekitar 50 kilometer timur laut Islamabad, Pakistan.

Tetangga sekitar menyebut Arshad sebagai seorang pebisnis. Arshadlah yang membeli tanah yang kemudian dihuni pemimpin Alqaidah itu, sekaligus membangun rumah mewah tersebut.

Reuters kemarin memperoleh foto tiga laki-laki yang tewas saat penyergapan Usamah. Foto tersebut menggambarkan tiga orang yang bergelimang darah, namun tak terdapat senjata di sekitar mereka. Reuters mendapatkan foto itu yang dijepret setelah kejadian penyergapan.

Foto itu diperoleh dari seorang pejabat keamanan Pakistan yang dijual ke Reuters. Sang sumber itu ikut masuk ke dalam rumah tersebut menjelang waktu Subuh. Gambar foto itu memperlihatkan dua orang yang berpakaian tradisional Pakistan dan seorang mengenakan kaus.

Darah tampak di telinga, hidung, dan mulut mereka. Tak ada sama sekali kemiripan wajah ketiganya dengan Usamah. Petinggi Gedung Putih sebelumnya meralat jika Usamah ditembak dalam keadaan tak melawan.

Usamah pun saat penyergapan itu tak bersenjata, merevisi pernyataan pada Senin lalu yang menyebut Usamah menggunakan senjata. "Usamah memang tak bersenjata saat ditembak yang mengenai kepala dan dadanya," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jay Carney, Selasa (3/5).

Mengutip majalah TIME berdasarkan sumber di Badan Pusat Intelijen AS atau CIA, Usamah sejatinya telah tinggal di rumah itu sejak 2005. Pernyataan itu, kata sumber CIA, berdasarkan pengakuan salah satu istri Usamah yang masih hidup dalam aksi penyergapan tersebut.

Sebelumnya, Gedung Putih juga meralat pernyataan bahwa istri Usamah telah menjadi tameng hidup. Amal Al-Sadah (27 tahun), salah satu istri Usamah itu, ternyata hanya terluka di kaki saat penyergapan tersebut.

Perempuan yang tewas adalah salah satu istri pembantu Usamah yang bernama Sheikh Abu Ahmed. Sheikh Abu Ahmed ini menjadi salah satu korban tewas saat penyergapan.

Menurut Daily Mail, Al-Sadah masih berusia 17 tahun ketika dinikahi Usamah di Afghanistan. Al-Sadah yang kelahiran Yaman ini diyakini menikah dengan Usamah untuk memperkuat jaringan Alqaidah di negara-negara Teluk.

Ketika melepaskan kepergian putrinya, ayah Al-Sadah mengaku bangga atas pernikahan tersebut. Usamah pernah memulangkan Al-Sadah ke Yaman demi keamanannya.

Namun, entah mengapa, dia kembali mengikuti Usamah. "Al-Sadah telah menceritakan kepada penyelidik bahwa mereka tinggal di rumah itu sejak 2005," demikian laporan majalah TIME yang mengutip sumber intelijen.

Fakta bahwa di rumah itu bukan hanya ada Usamah juga ditulis situs Daily Mail yang mengutip seorang sumber di Badan Intelijen Pakistan atau Inter-Services Intelligence (ISI). Intel Pakistan itu mengungkapkan, terdapat 17-18 orang yang tinggal di rumah itu saat penyergapan berlangsung.

Salah satu yang menyaksikan Usamah ditembak mati di kepala dan dadanya adalah putri tertua Usamah yang berusia 12 tahun. Namun, ke mana belasan orang itu saat ini, selain Usamah yang sudah jelas dikubur di laut?

Apakah mereka ikut 'dieksekusi' juga di tempat lain, ataukah masih dalam keadaan hidup untuk dimintai keterangan? Siapa sajakah mereka, setelah Presiden Barack Obama menolak memublikasikan foto-foto Usamah dan korban lain?

Hanya sedikit informasi yang dapat digali, seperti yang dikutip sumber Daily Mail di Pentagon. Sumber itu mengungkapkan, sebenarnya pasukan elite Navy SEALs berencana membawa Usamah dan keluarganya bersamaan dengan usainya penyergapan.

Namun, rencana itu terpaksa dibatalkan karena salah satu helikopter Black Hawk H-60 yang mengiringi misi perburuan Usamah itu gagal terbang. Baling-baling belakang helikopter modifikasi itu terjepit di bagian tembok rumah Usamah yang membuat pilot heli tempur mendarat darurat. Dilaporkan tak ada yang terluka akibat kecelakaan ini.

Jadi, ke mana korban hidup tak bernama yang hingga kini Obama enggan mengungkap identitas mereka?  hidustan times/newkerala/ap/reuters ed: nur hasan murtiaji.

http://koran.republika.co.id

0 comments:

Post a Comment