Sydney - Emas berjangka mencapai rekor baru pada perdagangan elektronik Senin (25/7), karena pembicaraan plafon utang AS untuk mencegah default, tidak mencapai kata sepakat.
Emas untuk pengiriman Agustus naik US$ 16,30, atau 1,0% menjadi US$ 1.617,70 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange selama jam perdagangan Asia. Emas pekan lalu mencapai rekor nominal US$ 1,602.50 per ounce.
Disesuaikan dengan inflasi, emas harus berada di level US$ 2.400 per ounce untuk menggantikan level rekor US$ 850 per ounce yang dicapai pada Januari 1980.
Logam diungtungkan dari ketidakpastian masalah utang global beberapa pekan terakhir, dengan kebuntuan negosiasi AS.
Anggota parlemen AS gagal mencapai kesepakatan pada pendekatan untuk meningkatkan plafon kredit di Washington pada Minggu (24/7) waktu setempat. Presiden Barack Obama kemudian bertemu dengan para pemimpin Kongres dari partainya sendiri.
Batas atas utang US$ 14,3 triliun harus dinaikkan sebelum 2 Agustus atau pemerintah akan mengalami risiko default pada kewajibannya.
Analis dari MF Global mengatakan, kurangnya resolusi dari pembicaraan plafon kredit AS akan membebani dolar AS, namun membawa potensi untuk emas.
"Menaikkan plafon kredit pada menit-menit terakhir merupakan pesan yang tidak diinginkan investor," kata para analis, "Korban utama dari keputusan seperti itu akan menimpa dolar AS."
Komoditas harus melakukan yang lebih baik, setidaknya pada awalnya, sebagai aset alternatif dari mata uang kertas. "Emas mendapat manfaat terbanyak," kata mereka.
Indeks dolar, yang melacak kinerja unit AS terhadap enam mata uang lainnya, merosot ke 74,197, dari 74,221. Greenback cenderung diperdagangkan terbalik terhadap harga komoditas berbasis dolar. Salah satunya emas, karena melemahnya dolar membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Harga logam lainnya variatif pagi ini.
Perak yang mengikuti pergerakan emas, dengan kontrak September, naik 33 sen, atau 0,8%, menjadi US$ 40,45 per ounce. Tembaga untuk pengiriman September turun 1 sen, atau 0,3%, menjadi US$ 4,40 per pon.
Platinum Oktober naik US$ 1,30, atau 0,1%, menjadi US$ 1.799,70 per ounce, sedangkan palladium September turun US$ 2,15 atau 0,3%, menjadi US$ 804,25 per ounce. [ast]
www.inilah.com
Emas untuk pengiriman Agustus naik US$ 16,30, atau 1,0% menjadi US$ 1.617,70 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange selama jam perdagangan Asia. Emas pekan lalu mencapai rekor nominal US$ 1,602.50 per ounce.
Disesuaikan dengan inflasi, emas harus berada di level US$ 2.400 per ounce untuk menggantikan level rekor US$ 850 per ounce yang dicapai pada Januari 1980.
Logam diungtungkan dari ketidakpastian masalah utang global beberapa pekan terakhir, dengan kebuntuan negosiasi AS.
Anggota parlemen AS gagal mencapai kesepakatan pada pendekatan untuk meningkatkan plafon kredit di Washington pada Minggu (24/7) waktu setempat. Presiden Barack Obama kemudian bertemu dengan para pemimpin Kongres dari partainya sendiri.
Batas atas utang US$ 14,3 triliun harus dinaikkan sebelum 2 Agustus atau pemerintah akan mengalami risiko default pada kewajibannya.
Analis dari MF Global mengatakan, kurangnya resolusi dari pembicaraan plafon kredit AS akan membebani dolar AS, namun membawa potensi untuk emas.
"Menaikkan plafon kredit pada menit-menit terakhir merupakan pesan yang tidak diinginkan investor," kata para analis, "Korban utama dari keputusan seperti itu akan menimpa dolar AS."
Komoditas harus melakukan yang lebih baik, setidaknya pada awalnya, sebagai aset alternatif dari mata uang kertas. "Emas mendapat manfaat terbanyak," kata mereka.
Indeks dolar, yang melacak kinerja unit AS terhadap enam mata uang lainnya, merosot ke 74,197, dari 74,221. Greenback cenderung diperdagangkan terbalik terhadap harga komoditas berbasis dolar. Salah satunya emas, karena melemahnya dolar membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Harga logam lainnya variatif pagi ini.
Perak yang mengikuti pergerakan emas, dengan kontrak September, naik 33 sen, atau 0,8%, menjadi US$ 40,45 per ounce. Tembaga untuk pengiriman September turun 1 sen, atau 0,3%, menjadi US$ 4,40 per pon.
Platinum Oktober naik US$ 1,30, atau 0,1%, menjadi US$ 1.799,70 per ounce, sedangkan palladium September turun US$ 2,15 atau 0,3%, menjadi US$ 804,25 per ounce. [ast]
www.inilah.com


0 comments:
Post a Comment