NEW YORK. The Federal Reserve (The Fed) mulai memberikan stimulus ekonomi melalui program yang dikenal dengan sebutan Operation Twist. Kamis (6/10) Bank Sentral Amerika ini menjual obligasi senilai US$ 8,87 miliar dengan tujuan menurunkan biaya pinjaman. Tapi tenor surat berharga yang dijual tersebut tak lebih dari satu tahun.
Berdasarkan keterangan di situs resmi The Fed, obligasi yang diedarkan akan jatuh tempo pada Januari 2012 hingga Juli 2012. Ini adalah penjualan yang pertama kali dilakukan otoritas moneter Amerika sejak Mei 2008. Sebelumnya, pada 21 September silam, Fed mengumumkan akan melakukan Operation Twist tahun ini dan dimulai pada 3 Oktober 2011.
Dalam operasi pasar ini, Fed menukar portfolio obligasi jangka pendek senilai US$ 400 miliar dengan obligasi jangka panjang. Langkah ini juga diyakini bisa meredam laju krisis keuangan di Amerika Serikat (AS). Artinya, pemegang kendali neraca keuangan AS berharap, Paman Sam tak terlalu lama memikul utang yang terus membubung.
Selain penjualan ini, Bank Sentral yang digawangi oleh Ben S Bernanke juga bakal memborong surat utang yang memiliki tenor 30 tahun. Tak berhenti di program pembelian, selanjutnya Fed akan menjual obligasi dengan jumlah yang sama. Tapi, memiliki tenor lebih pendek yaitu tiga tahun atau kurang dari itu.
Program Operation Twist ini juga berisi mengenai rencana Fed yang akan membeli tresuri yang beredar di masyarakat sebanyak 13 kali dalam waktu sebulan. Dalam waktu yang sama, Fed menjual surat utang sebanyak enam kali.
Sedikit bernostalgia, Bernanke sekali waktu pernah berjanji, The Fed tak kan pernah mengulangi kesalahan pada tahun 1937. Ketika itu, bank sentral AS terlalu terburu-buru mengetatkan kebijakan moneternya sehingga ekonomi AS yang sedang jeblok makin terpuruk.
Bernanke memegang ucapannya. Selain melakukan Operation Twist, Ia juga akan menjaga bunga acuan nyaris nol persen sejak akhir 2008 dan mengerek neraca The Fed hingga tiga kali lipat lebih menjadi US$ 2,85 triliun.
www.kontan.co.id
Berdasarkan keterangan di situs resmi The Fed, obligasi yang diedarkan akan jatuh tempo pada Januari 2012 hingga Juli 2012. Ini adalah penjualan yang pertama kali dilakukan otoritas moneter Amerika sejak Mei 2008. Sebelumnya, pada 21 September silam, Fed mengumumkan akan melakukan Operation Twist tahun ini dan dimulai pada 3 Oktober 2011.
Dalam operasi pasar ini, Fed menukar portfolio obligasi jangka pendek senilai US$ 400 miliar dengan obligasi jangka panjang. Langkah ini juga diyakini bisa meredam laju krisis keuangan di Amerika Serikat (AS). Artinya, pemegang kendali neraca keuangan AS berharap, Paman Sam tak terlalu lama memikul utang yang terus membubung.
Selain penjualan ini, Bank Sentral yang digawangi oleh Ben S Bernanke juga bakal memborong surat utang yang memiliki tenor 30 tahun. Tak berhenti di program pembelian, selanjutnya Fed akan menjual obligasi dengan jumlah yang sama. Tapi, memiliki tenor lebih pendek yaitu tiga tahun atau kurang dari itu.
Program Operation Twist ini juga berisi mengenai rencana Fed yang akan membeli tresuri yang beredar di masyarakat sebanyak 13 kali dalam waktu sebulan. Dalam waktu yang sama, Fed menjual surat utang sebanyak enam kali.
Sedikit bernostalgia, Bernanke sekali waktu pernah berjanji, The Fed tak kan pernah mengulangi kesalahan pada tahun 1937. Ketika itu, bank sentral AS terlalu terburu-buru mengetatkan kebijakan moneternya sehingga ekonomi AS yang sedang jeblok makin terpuruk.
Bernanke memegang ucapannya. Selain melakukan Operation Twist, Ia juga akan menjaga bunga acuan nyaris nol persen sejak akhir 2008 dan mengerek neraca The Fed hingga tiga kali lipat lebih menjadi US$ 2,85 triliun.
www.kontan.co.id


0 comments:
Post a Comment